February 11, 2016

ILMU MELIPAT BUMI



Tulisan ini bukan bermaksud apa-apa selain untuk menambah ilmu pengetahuan kita.  Semakin kita memperdalam ajaran Islam maka semakin banyak pula ilmu yang akan kita kenal.  Sebelumnya marilah kita renungkan firman Allah dibawah ini:
Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (AL KAHFI : 109)
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (LUQMAN : 27)
Ket: yang dimaksud kalimat Allah adalah Ilmu dan Hikmahnya.

Nah… dari 2 ayat diatas sudah sangat jelas sekali bahwa seberapapun ilmu yang ada didunia ini tidak ada yang dapat menjelaskan dan menjabarkan seberapa banyak ilmu Allah.  Jadi, di dunia ini sangat banyak sekali ilmu yang masih tersembunyi dan rahasia. Maka dari itu disini kita akan lebih mengenal hanya sedikit ilmu yang rahasia tersebut.  Hanya mengenal dan tidak mengamalkan, karena apabila ingin mengamalkan kita harus berguru kepada para alim ulama’ yang tepat agar jalan keilmuan kita tidak keblinger, dan mungkin kita sebagai orang awam tidak akan kuat menjalankan ilmu para waliyullah ini.

Bismillahirrahmaanirrahim
Semoga Allah mengampuni dosa kita semua..

MENGENAL SINGKAT WALIYULLAH
Mari kita mulai dengan mengenal siapakah waliyullah itu.  Waliyullah yang diketahui secara umum adalah seorang manusia (umat Nabi Muhammad) yang mempunyai ilmu agama dan kesaktian diatas rata-rata manusia.  Sedangkan menurut para Hukama’ (Ulama’ yang membidangi Ilmu Hikmah) waliyullah itu adalah seseorang yang dekat kepada Allah dengan jalan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.  Definisi dari para Hukama’ ini sangat sesuai dengan firman Allah dibawah ini:
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (YUNUS 62 s/d 64).

Ayat ini dengan jelas menggambarkan keadaan wali itu sendiri.  Dimana seorang yang berstatus waliyullah itu tidak akan merasa khawatir, cemas, takut, sedih, susah, bimbang, gelisah dalam menghadapi segala tantangan masa.  Apapun problema yang mereka hadapi, akan mereka terima dengan tenang dan wajar.  Mereka tidak suka berkeluh kesah dalam kesulitan, tidak merasa gentar menghadapi musibah, tidak merasa takut menghadapi musuh, karena keimanan mereka dan ketakwaan yang mereka miliki adalah benar-benar tulus ikhlas.  Dengan ketakwaan yang tulus, maka Allah mencintai mereka sehingga apapun yang mereka minta akan diberikan oleh Allah, termasuk ilmu-ilmu yang diluar nalar manusia.

KERAMAT DAN KESAKTIAN PARA WALI
Keramat maupun kesaktian waliyullah itu adalah dimaksudkan untuk menunjukkan kebenaran mereka dalam ber amal sholih kepada Allah, dan kesempurnaan istiqomah mereka dalam agama serta bukti kecintaan Allah kepada mereka.  Keramat para wali telah banyak diberitakan melalui sejarah dari mulut ke mulut maupun dari berbagai kitab-kitab klasik dan selain itu yang pasti diberitakan dalam Al Qur’an seperti kisah dari Ash Habul Kahfi yang tidur selama 300-san tahun.  Bagaimana proses para wali tersebut mendapatkan ilmu sedemikian tinggi?  Ya itu yang sering menjadi pertanyaan.  Para waliyullah itu dalam mendapatkan ilmu adalah dengan istiqomah beribadah tulus ikhlas hanya mengharap ridho Allah saja.  Sehingga dengan begitu Allah mengutus khadam-khadam malaikat, jin maupun makhluk-makhluk Allah yang lain untuk melayani mereka sebagai tanda cinta dan kasih sayang Allah kepada mereka.  Nah… jadi khadam malaikat itu memang ada menurut kepercayaan saya.  Yang dimaksud khadam disini adalah suatu makhluk yang diperintah Allah untuk melakukan suatu hal.  Mustahil Allah turun tangan sendiri, karena Allah mempunyai banyak khadam malaikat.  Jadi jangan salah persepsi tentang khadam, banyak kalangan ahli spiritual bahwa menganggap khadam malaikat itu sebagai pembantu mirip seperti pembantu dikalangan manusia yang bisa seenaknya disuruh.  Jadi pada hakekatnya khadam itu yang menyuruh bukan kita tapi Allah.  Dengan kita berdoa’, berdzikir, bermunajah dengan ikhlas insyaallah kitapun akan dibantu Allah melalui khadam yang diperintahkanNya. Amiin.

SEPERCIK CERITA RAHASIA RIYADHOH ILMU MELIPAT BUMI MILIK WALIYULLAH
Disini kita akan mengenal bagaimana waliyullah itu memperoleh ilmu melipat bumi.  Tapi sebelumnya perlu di ingat bahwa cerita ini hanya sebagian kecil saja, dan masih banyak cerita-cerita yang lain yang berbeda yang diambil dari berbagai kitab dikalangan pesantren salafiah.  Jadi jangan hanya terpaku pada cerita ini saja, masih banyak jalur diluar cerita ini.  Ini hanya salah satunya saja.  Baiklah mari kita simak bagaimana rahasianya riadhohnya…!!

Pertama yang dilakukan para waliyullah adalah berkhalwat (menyendiri ditempat yang sepi).  Hal ini sesuai dengan yang dilakukan Nabi Muhammad ketika menerima wahyu di gua hira’.  Dalam khalwat tersebut para wali memakai pakaian yang bagus dan memakai wewangian dan membakar harum-haruman dimana bau harum sangat disukai golongan malaikat.  Didalam khalwat setiap malam membaca salah satu asma’ Allah (yang kita kenal Asmaul Husna) sebanyak 20.000x dan pada siang hari juga sebanyak 20.000x.  Hal ini dilaksanakan selama satu tahun penuh.  Selama satu tahun harus rajin menjalankan shalat tepat pada waktunya dan harus puasa setiap harinya.  Berbuka dan sahur tidak diperbolehkan memakan makanan yang mengandung nyawa atau keluar dari yang bernyawa.  Setelah selesai semua riyadhoh selama satu tahun di dalam khalwat dengan mengamalkan yang tersebut diatas, maka Allah menurunkan khadam dari asma’ Allah yang dibaca waliyullah tadi.  Menurut keterangan kitab klasik wujud khadam itu digambarkan dengan seorang laki-laki berkulit merah, memakai pakaian berwarna merah pula.  Dibagian kepalanya mengenakan mahkota yang dihiasi yaqut berwarna merah.  Khadam tersebut lalu memberi salam kepada waliyullah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan “Wahai hamba Allah yang beribadah, yang diam di dalam khalwat selama satu tahun dengan menyebut asma’ Allah, apakah gerangan yang anda inginkan dari saya?”. Nah dari pertanyaan itu maka para wali menjawab dengan berbagai kebutuhan yang diinginkan yang berguna untuk mempermudah semua jalan ibadah mendekatkan diri kepada Allah.  Sebagai contoh ada yang memohon untuk diantarkan ke mekah setiap hari, bulan, atau tahun.  Ada juga yang memohon diajarkan untuk terbang, berjalan diatas air, membuka hijab yang ada pada hati manusia sehingga mampu mengetahui pikiran mereka dan lain sebagainya.  Nah.. dari cerita ini kita dapat lebih mengerti sedikit tentang rahasia para waliyullah.  Sekali lagi saya ingatkan, ini hanya sedikit cerita saja dan masih banyak cerita lain yang berbeda-beda karena diambil dari berbagai sumber kitab.  Baiklah marilah kita merenungi bahwa segala ilmu didunia ini tidak terbatas dan yang dapat membatasi hanya Allah saja.  Jadi marilah membuka diri untuk terus belajar dan belajar agar kita dibukakan hidayah ilmu oleh Allah yang berguna untuk bekal perjalanan ke akhirat kelak.  Cukup sekian tulisan dari saya, apabila terdapat kesalahan, itu adalah dari saya dan apabila ada kebenaran adalah dari Allah semata.  Saya hanya manusia biasa yang cuma bisa belajar dan belajar dan tentu banyak sekali kesalahan.  Untuk itu saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalau waktu masih mempertemukan, saya akan tulis lagi sebuah cerita-cerita klasik yang jarang dipublikasikan agar kita semua dapat mengambil pelajaran dan hikmahnya. 


Subhanakallah humma wa bihamdika asyhaduallaa ilaa ha illa anta astaghfiruka wa atuu bu ilaik. Wal hamdulillah hirobbil ‘aalamiin.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.