Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

14 Desember 2020

SILSILAH KH. AHMAD JAUHARI UMAR

KH. Ahmad Jauhari Umar

Ini adalah silsilah Syeikh KH. Ahmad Jauhari Umar dari ayah dan ibu beliau. Catatan ini merupakan lanjutan pengetahuan dari @spiritual21 Youtube Channel.

Silsilah dari jalur ayah:

1. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bin

2. H. Thohir/Muhammad Ishaq bin

3. Umarudin bin

4. Tubagus Umar bin

5. AbduLlah Kyai Mojo bin

6. Abu Ma’ali Zakariya bin

7. Abu Mafakhir Ahmad Mahmud Abdul qadir bin

8. Maulana Muhammad Nasiruddin bin

9. Maulana Yufus bin

10. Hasanuddin Banten bin

11. HidayatuLlah Sunan Gunung Jati bin

12. AbduLlah Imamuddin bin

13. Ali Nurul ‘Alam bin

14. Jamaluddin Akbar bin

15. Jalaluddin Syad bin

16. AbduLlah Khon bin

17. Abdul Malik Al-Muhajir Al-Hindi bin

18. Ali Hadzramaut bin

19. Muhammad Shahib Al-Mirbath bin

20. Ali Khola’ Qasim bin

21. Alwi bin UbaidiLlah bin

22. Ahmad Al-Muhajir bin

23. Isa Syakir bin

24. Muhammad Naqib bin

25. Ali Uraidzi bin

26. Ja’far As-Shadiq bin

27. Muhammad Al-Baqir bin

28. Imam Ali Zainal Abidin bin

29. Imam Husain bin

30. Sayyidatina Fatimah Az-Zahra binti

31. Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW.

Silsilah dari jalur ibu:

1. Syekh Ahmad Jauhari Umar bin

2. KH. Thahir bin/Moh Ishaq bin

3. Umarudin bin

4. Tuba bin

5. H. Muhammad Nur Qesesi bin

6. Pangeran Bahurekso bin

7. Syekh Nurul Anam bin

8. Pangeran Cempluk bin

9. Pangeran Nawa bin

10. Pangeran Arya Mangir bin

11. Pangeran Pahisan bin

12. Syekh Muhyidin Pamijahan bin

13. Ratu Trowulan bin

14. Ratu Ta’najiyah bin

15. Pangeran Trowulan Wirocondro bin

16. Sulthan AbduRrahman Campa bin

17. Raden rahmat Sunan Ampel bin

18. Maulana Malik Ibrahim bin

19. Jalaluddin bin

20. Jamaludin Husen bin

21. AbduLlah Khon bin

22. Amir Abdul Malik bin

23. Ali Al-Anam bin

24. Alwi Al-Yamani bin

25. Muhammad Mu’ti Duwailah bin

26. Alwi bin

27. Ali Khola’ Qasim bin

28. Muhammad Shahib Al-Mirbath bin

29. Ali Ba’lawi bin

30. Muhammad Faqih Al-Muqaddam bin

31. AbduLlah AL-Yamani bin

32. Muhammad Muhajir bin

33. ‘Isa Naqib Al-basyri bin

34. Muhammad Naqib Ar-Ruumi bin

35. Ali Uraidzi bin

36. Ja’far Shadiq bin

37. Muhammad Al-baqir bin

38. Ali Zainal Abidin bin

39. Husein As-Sibthi bin

40. Sayyidatinaa Fatimah Az-Zahra bin

41. Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW

Sumber: www.laduni.id

24 September 2019

BIOGRAFI HABIB USMAN BIN YAHYA

(Pekojan, Jakarta 17 Rabiul Awal 1238 H / 1822 M-1331 H / 1913 M)
Dijakarta pada pertengahan abad 18 muncul seorang habaib karismatik.  Ia adalah Habib Usman bin Yahya., yang pernah menjadi mufti Batavia di zaman Belanda.  Para habib, khususnya ulamanya, sejak ratusan tahun punya hubungan karab dengan para ulama, kyai, santri, dan ustadz asli Betawi.  Sejak datang dari Hadramaut pada abad ke- 18, dan puncaknya pada akhir abad ke- 19, mereka mendapat tempat yang baik di hati para ulama Betawi.  Bahkan ada yang mengatakan, kehadiran mereka ibarat siraman darah segar bagi perkembangan islam di tanah air.

Salah satu saksi bisu atas kehadiran para ulama habaib itu ialah Kampung Pekojan, tidak jauh dari China Town di Glodok, Jakarta Barat.  Sampai 1950-an, mayoritas warga Pekojan terdiir dari keturunan Arab.  Tapi belakangan, juga sampai saat ini, keturunan Arab di Pekojan menjadi minoritas, sebab sebagian besar hijrah ke kawasan selatan, seperti tanah Abang, Jati Petamburan, Jatinegara,dan kini Condet.

20 Desember 2018

KH.TURAICHAN ADJHURI ASY SYAROFI GURU ILMU FALAQ INDONESIA

Penanggalan adalah alat ukur yang disepakati oleh setiap orang sebagai penentu kejadian-kejadian di sekeliling mereka. Karena masyarakat Indonesia mengenal dua jenis penanggalan, yakni penanggalan Qomariyah (berdasarkan edar Bulan) dan Syamsiyah (berdasarkan edar Matahari), maka menjadi cukup pelik untuk menyatukan keduanya.

Kepelikan ini dikarenakan penanggalan Qomariyah memiliki dua metode penentuan, yakni metode hisab(hitungan) dan rukyah (melihat) langsung wujud hilal (bulan sabit). Karena penanggalan Islam (syariah) didasarkan pada penanggalan Qomariyah maka tentu saja segala peristiwa-peristiwa keagamaan ditentukan berdasarkan penanggalan Qomariyah. Artinya jadwal dapat ditentukan dengan dua metode penentuan waktu pada sistem penanggalan ini. Padahal hasil dari masing-masing metode seringkali berbeda. Perangkat keilmuan yang digunakan untuk menentukan jadwal penanggalan syar’i inilah yang disebut sebagai ilmu falak. Maka tokoh-tokoh ilmu dan pengambil keputusan jadwal-jadwal penanggalan syar’i juga kemudian desebut sebagai ahli falak.

Ketika terjadi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat dengan hasil penentuan yang berbeda, maka umat pun biasanya menjadi terpecah, karena masing-masing pihak memiliki argumen dan landasan hukum yang biasanya juga dianggap sama-sama kuat dan valid.

11 Februari 2016

ILMU KESAKTIAN GUS MAKSUM (SANG KYAI PENDEKAR BANGSA)


Pondok Pesantren dulunya tidak hanya mengajarkan ilmu agama dalam pengertian formal-akademis seperti sekarang ini, semisal ilmu tafsir, fikih, tasawuf, nahwu-shorof, sejarah Islam dan seterusnya. Pondok pesantren juga berfungsi sebagai padepokan, tempat para santri belajar ilmu kanuragan dan kebatinan agar kelak menjadi pendakwah yang tangguh, tegar dan tahan uji. Para kiainya tidak hanya alim tetapi juga sakti. Para kiai dulu adalah pendekar pilih tanding.

Akan tetapi belakangan ada tanda-tanda surutnya ilmu bela diri di pesantren. Berkembangnya sistem klasikal dengan materi yang padat, ditambah eforia pembentukan standar pendidikan nasional membuat definisi pesantren kian menyempit, melulu sebagai lembaga pendidikan formal.

Para ulama-pendekar merasa gelisah. H Suharbillah, seorang pendekar dari Surabaya yang gemar berorganisasi menemui KH Mustofa Bisri dari Rembang dan menceritakan kekhawatiran para pendekar. Mereka lalu bertemu dengan KH Agus Maksum Jauhari Lirboyo alias Gus Maksum yang memang sudah masyhur di bidang beladiri. Nama Gus Maksum memang selalu identik dengan “dunia persilatan”.