29 Juli 2018

SYAIKH ABDUL QADIR AL JAILANI MENGHIDUPKAN ORANG MATI


Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dikenal sebagai seorang wali yang mempunyai kekeramatan yang begitu tinggi.  Banyak sekali cerita-cerita yang sempat beredar sampai ke telinga kita tentang keajaiban-keajaiban wali satu ini.  Dan sebagaimana kekeramatan wali-wali lain banyak sekali cerita-cerita tentang karomah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.  Cerita itu benar adanya karena hal tersebut didasarkan pada satu hal bahwa karomah itu merupakan kelebihan yang dimiliki oleh seorang wali yang langsung diberikan oleh Allah.  Disinilah maka tak heran jika berbagai kemampuan yang dimiliki oleh wali itu tidak bisa dimiliki oleh orang biasa, karena memang kemampuan yang mereka miliki itu langsung diberikan Tuhan dan bersifat Supranaturalistik yang memang sulit dicerna dengan kerangka rasional.  Dalam sebuah kitab klasik "Manaqib As Syaikh Abdul Qadir Al Jailani" karya Sayyid Ja'far bin Hasan bin Abdul Karim Al Barzanzi menceritakan tentang beberapa karomah yang dimiliki oleh Syaikh Abdul Qadir Al Jailani sebagai berikut:

MENGHIDUPKAN ORANG MATI
Suatu saat pernah Syaikh berjalan-jalan.  Dalam perjalanan itu beliau menjumpai ada seorang muslim dan seorang nasrani sedang berdebat.  Apa yang didebatkannya?  Syaikh mendekat dan ingin mengetahui apa permasalahan yang menjadi perdebatan mereka.  Seorang muslim menjelaskan kepada Syaikh bahwa Al Isuwi, seorang nasarani tersebut mengaku bahwa nabinya (Nabi Isa) lebih utama dari pada nabi Muhammad.  Syaikh mencoba menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya, bahwa nabi terakhir dan penutup bagi para nabi adalah Muhammad SAW.  Namun orang nasrani tersebut selalu membantah dan tidak mau menerima penjelasan dari Syaikh.  Akhirnya Syaikh meminta bukti dari orang nasrani tersebut.

Al Isuwi, orang nasrani tersebut menjawab bahwa nabinya, Isa adalah seorang nabi yang bisa menghidupkan orang mati.  "Aku bukanlah seorang nabi, namun aku adalah pengikut nabi Muhammad", kata Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.  "Jika nanti, dengan izin Allah aku bisa menghidupkan orang mati, sebagaimana Isa nabimu, apakah kamu mau beriman kepada Allah dan mau mengakui bahwa nabi penutup adalah nabi Muhammad?".

"Jika memang demikian, aku akan beriman kepada Allah dan mengakui bahwa nabi terakhir adalah Muhammad!", jawab orang nasrani tersebut.  Syaikh Abdul Qadir Al Jailani kemudian meminta untuk ditunjukkan sebuah kuburan yang sudah lama.  Orang nasrani tersebut, ditemani oleh seorang muslim tadi menunjukkan kepada Syaikh sebuah kuburan tua yang dimaksud.  Maka, di tempat inilah satu keanehan luar biasa terjadi.  Sebelumnya, Syaikh menjelaskan bahwa orang yang sudah lama mati, yang berada dalam kuburan tua itu, dulunya adalah seorang penyanyi.

"Bagaimana kalau ahli kubur ini saya bangunkan dan aku suruh bernyanyi?", tanya Syaikh.  "Silahkan lakukan!", jawab orang nasrani dengan nada seperti orang bingung.  Sesaat kemudian Syaikh mendekat pada kuburan itu, lalu beliau berkata seperti apa yang pernah dikatakan nabi Isa pada saat membangunkan orang mati.  "Bangunlah dengan izin Allah", kata Syaikh.  Aneh, kuburan itu seketika pecah, terbelah dan serta merta ahli kubur dalam kuburan itu muncul dari dalam tanah bangunan kemudian bernyanyi sesuai apa yang dikatakan Syaikh.

Orang nasrani, juga muslim yang menyaksikan kejadian ini tercengan.  Mereka bingun bercampur tak percaya.  Namun itu adalah sesuatu yang nyata yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri.  Akhirnya, seorang nasarni tersebut pun mau mengakui nabi Muhammad sebagai nabinya dan dia pun lalu masuk islam di hadapan Syaikh.*

*An Nakhrawie Asrifin. 2006. "Pejalanan Hidup, Karomah dan Ajaran Tasawuf Syaikh Abdul Qadir Al Jailani". Surabaya; Galaxy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.