16 Januari 2017

KEWAJIBAN BELAJAR


NGAJI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM 1
"KEWAJIBAN BELAJAR"

Rasulullah saw bersabda: “Menuntut ilmu adalah fardhu ain (kewajiban individu) bagi setiap muslim dan muslimat.” Ketahuilah bahwa kewajiban setiap muslim bukanlah menuntut segala macam ilmu. Tetapi yang wajib baginya adalah menuntut ilmu Haal (ilmu yang menyangkut kewajiban sehari-hari sebagai seorang muslim seperti ilmu Tauhid, Akhlak dan Fiqih) sebagaimana diterangkan dalam hadits: “Ilmu yang paling utama adalah ilmu Haal dan amal yang paling utama adalah menjaga Haal (hal-hal yang merupakan kewajiban sehari-hari seperti menghindari penyia-nyiaan harta dan kerusakan).”


Diwajibkan bagi setiap muslim mempelajari ilmu yang berhubungan dengan kewajiban sehari-harinya dalam kondisi apapun. Karena ia wajib menjalankan sholat, maka wajib baginya mempelajari ilmu yang dibutuhkan di dalam sholatnya sesuai dengan batasan agar ia dapat menunaikan kewajiban itu secara sempurna. Demikian juga wajib baginya mempelajari ilmu yang mengantarkannya (ilmu yang menjadi prasyarat) menunaikan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Karena segala sesuatu yang menjadi prasyarat bagi sesuatu yang wajib itu hukumnya menjadi wajib pula.

Wajib pula mempelajari ilmu tentang puasa, zakat bila ia berharta, dan haji bila sudah wajib baginya, begitu pula ilmu mengenai jual beli ia berdagang. Syech Muhammad bin Hasan ditanya, “Mengapa anda tidak mengarang kitab tentang zuhud?” ia menjawab, “Tidak…!! saya justru mengarang kitab tentang jual beli.” Karena menurutnya orang yang zuhud adalah orang yang mampu menghindari hal-hal yang syubhat (tidak jelas status hukumnya) dan hal-hal yang makruh di dalam berdagang. 


Demikian pula wajib mempelajari ilmu-ilmu mengenai aturan-aturan yang berhubungan dengan orang lain dan berbagai pekerjaan. Setiap orang yang terjun pada salah satu dari urusan-urusan tersebut harus mempelajari ilmu yang menghindarkannya dari perbuatan haram didalamnya.

Setiap muslim juga wajib mempelajari ilmu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hati, seperti tawakal (pasrah kepada Allah), Innabah atau taubah (kembali kepada Allah), takut (kepada murka Allah) dan ridha (rela atas apa yang ditakdirkan oleh Allah atas dirinya). Semua itu selalu dibutuhkan dalam kondisi apapun.
Sumber: Kitab Ta’limul Muta’alim karya Syech Al Zarnuji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.