1 Maret 2018

RAHASIA DUNIA AIR BAWAH TANAH DI MEKSIKO


Semenanjung Yucatan di utara Meksiko bagaikan sebuah teras batu kapur yang rata dan rendah, ia terbentuk saat pergantian jaman baru, tepatnya pada 2 juta tahun silam dari dasar laut dangkal yang naik. Lubang batuan adalah ciri khas topografi batu kapur yang umum ditemui  di  semenajung Yucatan.  Di  barat   laut  semenanjung  tersebut,  arkeolog sudah menemukan gugusaan lubang-lubang batuan ini sejak dulu. Gugusan  lubang  tersebut  diduga kuat  diakibatkan oleh  ledakan besar.  Kurang  lebih pada 65 juta tahun silam,  sebuah batu meteor dengan ukuran sebesar sebuah kota menabrak bumi  sehingga membentuk sebuah kubang raksasa dengan diameter  mencapai  200 km.  Abu yang ditimbulkan akibat tabrakan ini menyelimuti segenap angkasa, sehingga mengubah cuaca, bahkan  mengakibatkan   banyak  makhluk   hidup   di   bumi  mati   dalam  skala   besar,  termasuk dinosaurus.

Kolam Kristal
Di tengah hutan yang lebat di semenajung Yucatan,  Meksiko, di luar dugaan tersebar ribuan  “kolam kristal”  yang misterius.  Menurut   laporan Reuters,  para  ilmuwan asal  AS  telah menemukan  “kolam   kristal”   tersebut   belum   lama   ini,   yang   sekaligus   membuka   cadar sesungguhnya dunia air  bawah  tanah.  Hutan yang  lebat   ini  menyembunyikan banyak  “kolam kristal”   tersebut,  dimana ke dalaman salah satu “kolam kristal”  itu dapat  mencapai  160 meter lebih dalamnya. Ribuan “kolam kristal” bawah tanah tersebut telah membentuk sebuah dunia air bawah tanah yang misterius. bangsa Maya kuno pernah menganggap, bahwa di sana merupakan pintu masuk menuju ke alam bawah tanah. Masyarakat setempat pun terus melegendakan, bahwa di dunia air bawah tanah yang misterius itu, terdapat setumpukan tulang belulang, dan emas yang membentuk seperti gunung. 

Peneliti   asal  AS  dan penjelajah  melakukan  penyelidikan   terhadap   sejumlah   lubang sambil  membawa   tabung   oksigen,   lampu   kedap   air   dan   peralatan   bawah   air   lainnya.  Dari penyelidikan  itu diketahui  bahwa sesungguhnya “kolam kristal” ini  adalah  lubang batuan yang terbentuk dari gamping (batu kapur) yang terkikis air hujan permanen. Dan oleh karena air hujan disaring batu kapur  sejenis bunga karang,  maka air  kelihatan sangat   jernih dan bening,  dan tampak seperti terbuat dari kristal. Para penyelam petualang merasa seolah-olah melayang di angkasa ketika berenang di dalam air bawah tanah tersebut. Kolam-kolam kristal ini yang dangkal ada yang kedalamannya mencapai  1 meter   lebih,  sedangkan  yang dalam  tidak  berdasar.  Mereka pernah menyelami sebuah  lubang bawah  tanah,  hingga di  kedalaman 160 meter  anehnya  tetap saja  tidak bisa sampai ke dasar. Wajar   saja   kalau   bangsa   Maya   pernah   menjadikan   kolam-kolam  kristal   tersebut sebagai   kolam  yang   suci,   dan  mereka   pernah  memasukkan   barang-barang  perhiasan   ke dalamnya untuk sembahyang leluhur. Dalam kehidupan sehari-hari bangsa Maya kuno, kubang-kubang ini menduduki status yang penting. 

Kubang tersebut juga menyediakan sumber air yang cukup bagi bangsa Maya, selain itu juga menyediakan tempat pemandian bagi mereka. Hingga sekarang,  di  sejumlah desa yang  jauh  terpencil  di  semenanjung Yucatan,  orang-orang masih bergantung pada lubang bawah tanah seperti ini dalam kehidupannya. Dalam keyakinan spiritual  bangsa Maya,  kubang-kubang  ini   juga merupakan  tempat tinggal   Dewa   Hujan,   sama   seperti  Istana   Naga   dalam   legenda  Tiongkok.   Bangsa Maya mengandalkan  mereka   guna   bersujud  untuk  memohon   hujan.  Bangsa  Maya   beranggapan, bahwa hujan di  langit adalah hasil  kunjungan Dewa Hujan, hanya dengan mempersembahkan “hadiah”, dewa hujan baru bisa hadir. Mereka memasukkan barang perhiasan ke dalam lubang, bahkan akan memilih gadis cantik dan diterjunkan ke dalam air, dengan maksud menyenangkan Dewa Hujan.

Spesies Baru
Selain kemisteriusan dunia air bawah tanah, di kawasan tersebut juga ditemukan lebih dari 40 species makhluk hidup baru berupa udang-udangan dan ikan. Di bawah lingkungan yang sulit,   species  tersebut   bisa   bertahan   hidup.  Makhluk   air   ini   hidup   dengan  mengandalkan makanan dan oksigen yang terbatas di dalam air. Ini adalah penemuan pertamakali yang pernah diraih para ilmuwan Biologi. Ahli Biologi laut dari Universitas Texas yakni Tom Iriver menuturkan, “Disini  sepenuhnya merupakan sebuah dunia yang unik.  Hal-hal  yang kami   temukan disana, termasuk beberapa bentuk hayati di sana belum pernah ditemukan di tempat lain.” Iriver mengatakan yang paling menggembirakan adalah telah menyaksikan beberapa bentuk  makhluk   hidup   dan   spons  yang   hidup   di   perbatasan   air   laut   dan   air   tawar,   besar kemungkinan mereka memiliki  nilai  pengobatan yang  terpendam,  dapat  mengobati  sejumlah besar penyakit fatal termasuk kanker. Namun, penelitian ini masih terlalu dini, kami masih perlu melakukan sejumlah besar eksprimen ilmiah. 

Bahkan para ilmuwan juga menemukan sejumlah besar  kerangka binatang prasejarah  dan benda  budaya  kuno di  kubang   tersebut,   termasuk tulang belulang kelinci  dan bahkan tulang belulang mamut  atau gajah purba yang hidup pada zaman  glacial.  Seorang  penjelajah   bawah  air  menuturkan,  “Saat  Anda   keluar  dari  air,  dan memberitahu  kepada  orang-orang bahwa di  bawah sana ada gajah  besar,  maka dipastikan Anda akan dianggap gila, tapi faktanya memang demikian.” Karena   perkembangan   penduduk   dan   eksploitasi   pariwisata,   sehingga   susunan ekosistem “kolam kristal” tengah mengalami kerusakan. Selama 30 tahun di masa lalu, daerah yang pernah di  huni  bangsa Maya  ini,   jumlah penduduknya membengkak hingga 10 kali   lipat lebih,  mencapai 1  juta   jiwa,   ditambah   lagi   penduduk   asal  AS,   Eropa   dan   sejumlah   besar wisatawan dari daerah lain di dunia.

Akibatnya dunia bawah air ini mendapat ancaman serius. Para ahli   lingkungan  memperingatkan,  bahwa   usaha   pariwisata   setempat   yang berkembang pesat dan sejumlah besar sampah yang diciptakan usaha pelayanan sudah mulai menimbulkan polusi terhadap lingkungan lubang batuan. Kini pencemaran yang dihasilkan orang-orang setempat semuanya di buang ke dalam bawah  tanah,  sistem sungai  di   lubang dengan kedalaman 1 meter  di  semenanjung Yucatan telah mengalami  pencemaran sampah sebanyak 250  ton setiap harinya.  Setiap hari   ratusan wisatawan  menyusup  ke   lubang-lubang   yang   dibuka   tersebut,   dan   dengan   semena-mena merusak susunan ekosistem di  dalamnya.   “Kami  sekarang membutuhkan sebuah  rancangan yang matang dan cermat, yang dapat mengembangkan ekonomi setempat sekaligus melindungi dunia bawah air yang tak ternilai itu, jelas Mahert.

Ritual Bangsa Maya Kuno
Bangsa Maya kuno sepenuhnya yakin bahwa persembahan darah merupakan hal yang mutlak bagi  eksistensi  manusia dan dewa.  Persembahan darah dapat  memberikan kekuatan dan kekuasaan yang suci  bagi  manusia.  Dengan sebilah pisau osidian,  Raja menoreh organ reproduksinya sendiri, agar darah mengalir ke atas sehelai kertas dalam mangkok. Istri raja juga turut  serta dalam upacara  ini,  mereka akan menggunakan seutas  tali  berduri  yang kemudian ditusukkan ke lidah sendiri. Kertas yang dinodai darah akan dibakar, mereka percaya asap yang terbakar akan berhubungan langsung dengan alam dewata. Sembahyang kepada dewa atau leluhur dengan menggunakan manusia hidup kadang juga   terjadi   dalam   upacara   keagamaan   mereka.   

Biasanya   orang   yang   dipilih  sebagai persembahan kurban adalah nara pidana,  budak,  anak  yatim atau anak haram.  Sedangkan sembahyang dengan menggunakan hewan  ternak lebih umum dibanding orang hidup,  kalkun, anjing, tupai dan kadal dan hewan lainnya dianggap sebagai persembahan kurban yang paling pas terhadap segala dewa bangsa Maya. Persembahan  kurban  manusia  hidup dilakukan  dibawah bantuan 4 orang  tua yang disebut  “Chac” (Konon katanya,  upacara  ini  dilakukan demi  untuk menyatakan penghormatan terhadap dewa hujan Chac bangsa Maya kuno). Ke-4 orang ini masing-masing menekan lengan dan kaki yang dipersembahkan sebagai kurban, sedang orang yang bernama “nacom” menoreh dada  “persembahan kurban”.  

Selain  itu,  masih ada satu orang  lagi  yang  turut  serta dalam upacara yaitu  juru  tenung syaman  (semacam agama primitif),  konon katanya,  dia menerima informasi saat dalam kondisi tertidur, makna yang terkandung dari ramalan yang didengarnya itu akan dijelaskan oleh beberapa tetua setempat. Bangsa Maya meyakini, bahwa setelah manusia meninggal dunia, mereka akan masuk ke dunia bawah tanah melalui sebuah lubang, dan setelah raja meninggal akan masuk ke bawah tanah  melalui  orbit   yang  berhubungan   dengan  peredaran  matahari;  namun,   karena  mereka memiliki kekuatan supernormal, mereka akan hidup kembali di negeri langit dan menjadi dewa. Bangsa  Maya  sangat   takut   dengan   kematian   yang  disebabkan   oleh   bencana   alam,   sebab setelah meninggal seperti tidak bisa masuk “surga” dengan sendirinya.

Havana, dalam ebooknya Kumpulan Misteri Dunia Part 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.