19 Maret 2018

MISTERI UFO


Banyak para penyelidik UFO  ingin mengetahui  suatu  fakta penting.  Ketika UFO disebut sebagai  kendaraan milik makhluk  asing,  atau mungkin asalnya dari   tentera kerajaan, muncul  satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno. Apa yang kita ketahui  tentang pesawat  terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun. Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan  teks  ini  adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama. Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi "Sembilan Lelaki Misterius" yang merupakan para  ilmuwan  terkenal   India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai   jenis sumber-sumber  sains.  

Ashoka   telah merahasiakan  kerja-kerja  mereka semua karena  beliau merasa bahwa penemuan  ilmiah yang  terbaru  itu akan  terpasung dari  sumber   India kuno  itu sendiri  dan  justru yang akan disalahgunakan bagi   tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri. "Sembilan   lelaki  misteri"  telah  menulis   sembilan   buah   buku   yang   saling   berkaitan antara satu sama  lain.   Buku bertajuk  "Rahasia Rahasia Gravitasi"  amat  dikenali  di  kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi. Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara). Hanya beberapa  tahun silam,   rakyat  China  telah menemui  beberapa buah dokumen sanskrit   di   Lhasa,   Tibet   serta   telah   membawanya   ke   Universitas  Chandrigargh   untuk diterjemahkan.   Dr.   Ruth   Reyna   dari   Universitas   itu   menjelaskan  bahwa   dukumen   itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa! 

Cara-cara pembuatan mereka,  katanya,  adalah anti-gravitasi  dan berasaskan kepada satu sistem analog  yaitu  "laghima",  satu sumber   tenaga yang  tidak  diketahui  oleh manusia modern. Menurut   ahli   Yoga   Hindu,   "laghima"   ini   menjadikan   seseorang   itu   mempunyai kemampuan untuk terbang.  Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai  "Astras",  dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet   lain,  sesuai  yang  tertera pada dokumen  tersebut,  yang mana dikatakan   telah   berusia   beribu-ribu   tahun.  Manuskrip   itu   juga   dikatakan   telah  memaparkan
rahasia "antima" (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan "gerima" (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). 

Pada mulanya para  ilmuwan  India  tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara  China mengumumkan  bahawa  mereka  akan  memasukkan  bagian  tertentu dari  data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka! Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi. Walaupun   manuskrip   tersebut   memaparkan  secara   jelas   tentang   rancangan penjelajahan   antar   planet   dan   penjelajahan   ke   bulan   tapi  tidak   dijelaskan   apakah   semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan. 

Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana,  mempunyai  satu cerita  terperinci  tentang satu penjelajahan ke bulan dengan  menggunakan  Vimana   (atau   "Astra").  Malah   epik  Ramayana  menceritakan   dengan terperinci  maklumat   satu  pertempuran   di   atas  bulan   dengan  sebuah  pesawat   "Asvin"   (atau Atlantean).   Ini  adalah suatu bukti  mengenai  anti-gravitasi  dan  teknologi  kapal  angkasa  telah digunakan oleh masyarakat kuno India. Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau,  ke Kerajaan  Rama  di  India Utara  dan Pakistan  yang   terbentuk  pada masa  sekitar 15.000 tahun silam. Pada   masa   itu  disebutkan   bahwa   telah   muncul   kota-kota   canggih   yang   segala sesuatunya  teratur  secara sistematis mulai  dari  penataan  lanscape sampai  saluran air.   Ingat bagaimana kisah Nabi  Sulaiman yang menawan Ratu Balqis ? Bagaimana bentuk  istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita berjalan di atas permukaan air ! Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang  mukjizat  Nabi  Sulaiman   yang  bisa  mengendarai   angin.   

Ini  mungkin   berkaitan   erat dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu. Bukti  keberadaan Rama masih dapat  ditemukan di  padang pasir  Pakistan utara dan India barat.  Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di  Benua Atlantis.  Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh Kota-Kota Rishi"  dalam  teks   klasik  Hindu.  Menurut   penjelasan   teks   India   kuno,  masyarakat   ketika   itu mempunyai  mesin   terbang  yang   dipanggil   sebagai   "Vimanas!"   Epiks   India   kuno   telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai  satu pesawat  yang mempunyai  dua dek dan berbentuk bulatan dengan  terdapatnya  lubang pada bahagian bawah pesawat  dan menara pada bagian atasnya.  Berdasarkan kepada keterangan  tersebut  kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO.

Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi  bermelodi.  Terdapat  sekurang-kurangnya 4  jenis bagi  pesawat  Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal  angkasa berbentuk kerucut). Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.  Sedangkan bagian manuskrip yang ditemukan malah  telah diterjemahkan ke dalam Bahasa   Inggris.  

Samara  Sutradara  adalah   satu   karya   sastra   ilmiah   yang   berkaitan   dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana. Terdapat  230 puisi  berkaitan dengan cara membuat,  perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung! Pada   tahun   1875,   sebuah   kitab   berjudul   Vaimanika  Sastra   ditulis   oleh  ilmuwan bernama  ditulis  oleh  ilmuwan  Bhara Dewaji  yang menggunakan  kitab-kitab yang  lebih  lama sebagai sumbernya. Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan,  penerbangan  jauh,  dan perlindungan   terhadap pesawat  dari  ancaman badai, kilat, dan petir. Kitab  itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi  matahari.  Vaimanika Sastra (atau  Vymaanika-Shaastra)   mempunyai   delapan   peringkat   dengan   gambar  sketsa   yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur. Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kendaraan ini dan 16 bahan mentah sebagai  sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana. 

Dokumen  ini   telah diterjemahkan ke dalam Bahasa  Inggris dan bisa didapat  dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R.  Josyer,  Mysore,  India,  1979.  En.  Josyer  adalah seorang pengarah bagi  akademi  Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore. Memang  tiada keraguan bahwa Vimana  telah digerakkan  oleh sumber  energi  "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit  seperti  sebuah helikopter  moden.  Bharadvajy merujuk bahwa  tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat. 

Sumber  energi   ini  sekarang  telah hilang.  Vimana  telah disimpan di  sebuah Vimanagriha, seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.  Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti   gaselin   dan  mungkin   Vimana  mempunyai   hitungan   sumber   energi  yang   berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.  Adalah menarik untuk diketahui  bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka. Kakitangan  Hitler   dan  Nazi  juga   dikatakan   berminat   dengan   India   kuno   dan  Tibet sehingga pada awal   tahun 30- an  telah membawa satu  tim ekspedisi  ke dua  tempat  tersebut setiap  tahun,  sebagai  usaha untuk mendapatkan bukti  kuat  dan  tidak mustahil   jika dikatakan pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini. Merujuk   pada  Dranaparva   yang  merupakan  sebagian   dari   epiks  Mahabarata   dan Ramayana,   Vimana  digambarkan   berbentuk   seperti  sebuah   bentuk   bujur   dan  mempunyai kecepatan  yang hebat  seperti  angin kuat,  yang  dihasilkan  oleh  bahan merkuri.   Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot.  

Di  dalam satu  lagi  sumber  India  lain yaitu Samarangana sutradhara  telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk. Pada  jaman  tersebut   telah dikenal  pemakaian bahan  merkuri  sebagai  bahan  bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu. Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan  catatan   berupa   panduan   mengemudikan   kendaraan   yang  tertera   di bebeperapa dinding gua di   turki  dan Gurun Gobi.  Dari  ukiran dan  relief  yang  terdapat  pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju. Pesawat   terbang  antar  planet   itu dilambangkan  dengan  segitiga   yang  di  dalamnya terdapat  simbol  merkuri.   Ini   jelas menunjukkan bahwa orang-orang  India purba  telah mampu mengirim  utusan   dengan   kendaraaan  ini  dan  menjelajahi  wilayah  Asia,  Atlantis,   sampai   ke Amerika Selatan. 

Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu. Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu. Mari   kita   simak   bait-bait   yang   tertulis  dalam  kitab  Mahawira  dan  Bhawabhuti  yangberasal dari abad ke-8: "Sebuah   kendaraan   udara,  Pushpaka  membawa   banyak   orang   ke  ibukota ayodhya.  Langit dipenuhi  berbagai  kendaraan terbang.  gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan." Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.  Orang-orang Atlantis  menggunakan  kenderaan   terbang mereka,   "Vailixi" untuk menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia. 

Dalam  teks   kuno   India  mereka   dikenal  dengan   bangsa  Aswins.  Meskipun   tak  ada catatan  tentang pesawat  Vailixi  dari  bangsa atlantis sendiri   tapi  kedatangan mereka ke  India melalui udara banyak sekali diceritakan. Deskripsi  Vailixi   berbentuk   silinder   panjang   dan   selain   dapat   terbang   juga  mampu bergerak di bawah air seperti kapal selam modern. Kendaraan-kendaraan lain, seperti  Vimanaberbentuk   seperti   piring   dan   mungkin   juga   bisa   bergerak   di  bawah   air.   Menurut   Eklal Kuehshana,  penulis   "The Ultimate Frontier",  dalam satu artikel  yang ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20,000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya." "Mereka   menggunakan   satu   peralatan   mekanikal   yang   anti-gravitasi   dengan
menggunakan tenaga mesin sebesar 80,000 tenaga kuda," Dalam  teks  Mahabarata,  salah  satu sumber  yang  menerangkan  Vimana,  ada  yang menjelaskan   tentang   kemusnahan   yang   hebat  yang  menunjukkan   kesan   dari   peperangan tersebut: 
"...(senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini.  Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang  terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya...Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka..mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti. Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab,  dan burung-burung bertukar menjadi putih.. selepas beberapa jam semua bahan makan  turut   tercemar..  untuk mengelakkan diri  daripada api   itu,  para  laskar   terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan peralatan mereka.." 

Dari   penjelasan   ini,   seolah-olah  Mahabrata   sedang  menggambarkan   satu   keadaan peperangan menggunakan bom atom! Kini  pihak Barat  telah mampu mengungkap sebagian dari  rahasia gravitasi  ..  mereka telah mampu mencipta mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan..apakah kita dari Asia Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah. Rujukan  seperti   ini  bukan  hanya  satu;  peperangan   senjata  yang menakjubkan  dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India. Terdapat   sebuah   epik  yang  menggambarkan  peperangan  Vimana-Vailixi  di   bulan   ! Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk. Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada akhir  abad yang  lalu,  mereka melihat  kerangka-kerangka yang bergelimpangan di  jalan-jalan, ada yang berpegangan  tangan,  seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki. 

Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India,  Irlandia,  Scotlandia, Perancis,  Turki  dan beberapa  tempat  lain,  tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik. Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang  lebih baik daripada yang  terdapat  di  Pakistan dan  India,   jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan "kaca-kaca hitam". Serpihan tersebut  kemudiannya dikenal  pasti  sebagai  tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang melampaui batas. 

Pasca   tenggelamnya  Atlantis   dan  kemusnahan  Rama  akibat  senjata   atomik,  dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.
Namun begitu,  nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang.  Karena diciptakan untuk berfungsi  selama beribu-ribu  tahun,  kebanyakan masih bisa  digunakan,  seperti   yang   terdapat  dalam  karyatulis   "Nine  Unknown  Men",  Ashoka,  dan manuskrip Lhasa. Yang menarik adalah terdapat  satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa Iskandar  Yang Agung menyerang  India  lebih daripada dua  ribu  tahun  lalu,  pasukannya  telah diserang dengan "perisai yang berterbangan dan bercahaya" yang menakutkan pasukan tentera dan pasukan berkudanya.  

Walau bagaimanapun  "piring-piring  terbang"   itu  tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain ke atas laskar Iskandar. Di  masa  itu  juga  Iskandar  menawan  India Ramai.  penulis yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet  atau tempat-tempat  lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar. Mungkin di  situlah kebanyakan kapal  angkasa disimpan,  di  pangkalan bawah  tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu. Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.

Havana, dalam buku "Kumpulan Misteri Dunia"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.