November 22, 2017

KAPAL HANTU THE FLYING DUTCHMAN


Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi "tujuh lautan" selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa, cerita ini berasal dari Belanda, sementara itu yang   lain meng-claim  bahwa   itu   berasal   dari   sandiwara   Inggris  The  Flying  Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel "The Phantom Ship" (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda "Het Vliegend Schip" (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C.  Römer.  

Versi   lainnya  termasuk opera oleh Richard Wagner   (1841)  dan  "The Flying Dutchman on Tappan Sea" oleh Washington Irving (1855). Berdasarkan dari beberapa sumber, Kapten Belanda pada abad ke 17 Bernard Fokke adalah contoh dari kapten kapal hantu tersebut. Fokke mendapatkan kemasyhuran atas perjalan dari  Belanda   ke   Jawa dengan kecepatan yang luar biasa dan dicurigai  mempunyai ikatan dengan Iblis untuk meningkatkan kecepatannya.  Berdasarkan dari  beberapa sumber,  kapten tersebut dipanggil dengan Falkenburg didalam cerita versi Belanda. Dia dipanggil dengan "Vander  Decken"   (artinya off   the deck|Diatas  Geladak)  dalam versi  Marryat's dan  "Ramhout  vanDam"  dalam versi Irving's. 

Sumber   tidak setuju bahwa  "Flying Dutchman"  adalah nama dari kapal atau nama panggilan untuk sang kapten. Menurut  banyak versi,  sang kapten berjanji  bahwa dia  tidak akan mundur  pada saat badai,  tapi  akan melanjutkan usahanya untuk mencari  Cape of  Good Hope walaupun sampai hari kiamat. Menurut beberapa versi, kejahatan   yang  mengerikan telah terjadi, atau awak kapalnya telah tertular  oleh wabah penyakit  pes dan  tidak diijinkan untuk berlabuh di seluruh pelabuhan. Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah kedarat.  

Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729. Banyak   catatan   persamaan   dari   Flying  Dutchman   dengan   kisah   umat  Kristen  The Wandering Jew.  Terneuzen (Belanda) disebut  sebagai  rumah sang  legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya,   telah diceritakan dalam novel  karya Frederick Marryat - The Phantom Ship dan Richard Wagner opera. 

Beberapa saksi penampakan The Flying Dutchman : 
  • 1823   Kapten  Oweb   dari   kapal  HMS  Leven;   dua   kali  melihat   kapal   kosong   yang terombang ambing di tengah samudera, salah satunya mungkin the Flying Dutchman. 
  • 1835 Sebuah kapal Inggris sempat melihat The Flying Dutchman yang melaju kencang ke arahnya tapi setelah dekat menghilang begitu saja. 
  • 1879 Beberapa awak kapal SS Petrogia sempat melihat kapal hantu tersebut. 
  • 1881 3 awak kapal HMS Baccante yang di dalamnya terdapat King George V melihatnya. Keesokan harinya seornag awak yang sempat melihat tiba2 mati secara mendadak. 
  • 1939 Terlihat  di  Mulkenzenberg,  membuat  orang2 yang melihatnya bingung karena tiba2 saja kapal tua itu menghilang begitu saja. 
  • 1941 Terdapat laporan dari Pantai Glenclaim tentang sebuah kapal tua yang menabrak karang. Setelah diselidiki tak ada sedikitpun bangkai kapal di sekitarnya. 
  • 1942 Terlihat oleh kapal MHS Jubille di dekat Cape Town, Afrika selatan.  Menurut  cerita dongeng,  The Flying Dutchman adalah kapal  hantu yang  tidak akan pernah   bisa   berlabuh,  tetapi  harus  mengarungi "tujuh lautan" selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.
***


No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.