October 6, 2017

SUAMI SELALU KALAH DENGAN ISTRI

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr.wb. pak Kyai yang saya hormati?

Perkenalkan nama saya Herlambang dari Surabaya. Saya seorang suami yang selalu kalah dengan istri dalam banyak hal. Mulai dari segi penghasilan, kuasa dan mengatur rumah tangga. Apa hal ini tidak apa-apa bagi keluarga kami dan bagaimana menurut pak Kyai serta bagaimana cara menundukkan istri yang begitu pak?


Demikian pertanyaan singkat saya, terima kasih banyak atas jawaban yang diberikan kepada saya.





Jawaban:

Walaikum salam Wr. Wb.

Perjodohan anak manusia adalah di tangan Tuhan Yang maha Kuasa, tentunya manusia hanya bisa memprogram akan kehidupannya di masa yang akan datang juga menjalaninya dengan penuh perhitungan serta mengikuti garis-garis yang telah ditentukan dalam dari aspek agama dan adat istiadat daerah yang menjadi panutan setiap manusia yang tidak tertulis. Semua itu dikerjakan dan dijaga sebagai upaya untuk meraih kesuksesan yang diimpikan tanpa halangan di masa mendatang.

DOWNLOAD ILMU GHAIB AMPUH GRATIS


Tidak ada bedanya dalam hal pencarian jodoh. Memang pada hakekatnya perjodohan adalah hak veto Allah SWT, tetapi jika kita merunut dan mengikuti tata aturan agama yang kita anut tentu disana banyak hal-hal yang harus diindahkan agar mendapatkan kehidupan yang mapan dan tidak dalam jajahan siapapun terhadap diri kita sehingga kebebasan kita dikebiri. Oleh karena itu Islam memberikan garis panduan dalam proses perjodohan dan lainnya menempatkan seorang laki-laki menjadi imam dalam segala sektor terutama dalam keluarga atau dalam skala rumah tangga.



Oleh karena itu dibuatlah satu kesimpulan dalam pencarian jodoh seorang lelaki tidak diperkenankan utnuk berada dalam posisi lebih rendah dari istrinya dalam empat hal:



1. Dalam masalah usia.



2. Dalam masalah jalur nasab atau keturunan.



3. Dalam masalah jabatan.



4. Dalam masalah pengahasilan.



Jika keempat hal diatas seluruhnya ada pada pihak istri maka seorang suami hanya akan menjadi budak atau hanya jadi piaraan istri. Jadi seluruh kebijakan akan sepenuhnya ditangan istri. Terlebih dari itu adalah akan dijadikan sebagai pembantu saja sehingga pendapatnya tidak akan pernah didengar. Jika dalam rumah tangga sudah demikian jadinya maka kebahagiaan akan menjauh dan akan selalu timbul letupan-letupan dalam keluarga.



Namun bagi mereka yang telah mengalami nasib yang demikian dan sudah terlanjur tidak perlu patah semangat dan putus asa dalam menghadapi kehidupan ini. Kami akan membantu untuk mengatasi masalah itu dengan beberapa hal yang harus dikerjakan oleh suami agar istri tidak lagi galak dan semena-mena terhadap suami serta akan menjadi keluarga yang penuh dengan kebahagiaan dan saling hormat bukan saling mendendam satu dan yang lainnya.



Adapun hal yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut:



1. Kerjakan puasa tiga hari yang dimulai dari hari selasa dan diakhiri hari kamis.



2. Dalam menjalankan puasa harus membaca surat Al Mulk sekali yang dibaca selesai menjalankan sholat maktubah (sholat 5 waktu).



3. Bacakan surat al fatihah yang dihadiahkan kepada istri dengan memohon agar hatinya istri diberikan hidayah dan bisa menerima akan segala kehidupan yang dijalani. Untuk yang ketiga ini harus rutin walaupun sudah selesai menjalankan puasa.



Demikian yang kami sampaikan agar bisa berguna bagai bapak Herlambang yang ada di Surabaya.

Oleh:

Kyai Nurul Anwar

Pengasuh Ponpes Al Ma’ruf, Pare-Kediri dan pengarang buku Kamasutra Santri.

2 comments:

  1. posting juga saudara q... bgaimana solusinya ... mungkin ini berguna bagi
    pembaca lain.. beberapa tahun yg lalu
    q pernah nemui ada seorang suami kbtulan itu rekan krja q...
    dia perna diberi minuman yg sudah dicampuri darah haid olah istrinya..
    shingga si suami tunduk pdnya ..
    pdhl siistri selingkuh didpn matanya dn tidak bisa berbuat apa2..
    efeknya kdng2 stes sisuami trsbt..

    #soeryorfendi

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas comennya, insyaallah segera kami posting.
    Jazakumullah khairan

    ReplyDelete

Berkomentarlah secara bijaksana dan sesuai topik pembahasan.